Gaya Hidup

Informasi Gaya hisup terkini dan terupdate

Kecantikan

Informasi dan tips terkini dan terupdate tentang kecantikan

Traveling

Informasi seputar Traveling terlengkap, penginapan, hotel dan tempat wisata

Teknologi

Informasi Teknologi terkini dan terupdate

Bisnis Internet

Informasi Bisnis dan cara menghasilkan uang dari internet terbaru

Thursday, 17 May 2018

Spesifikasi Toyota Calya, Mobil MPV Andalan Baru

Salah satu mobil jenis MPV LCGC unggulan yang bisa ditemukan di Indonesia adalah Toyota Calya. Mobil satu ini dibekali dimensi luas serta suspensi yang kokoh. Spesifikasi lengkap mobil ini bisa kita temukan di situs auto2000. Singkatnya, Calya memiliki dimensi panjang 4070 mm, lebar 1656 mm, tinggi 1600 mm serta jarak sumbu roda 2525 mm. Dimensi ini memang terbilang luas dengan ground clearance tinggi yaitu mencapai 180 mm. Ini menjadikan Calya sebagai MPV LCGC yang mudah dikemudikan bahkan pada medan yang kurang rata. Kenyamanan mengendarai mobil ini kian didukung dua jenis suspensi pada bagian belakang dan depannya.

mpv lgcc toyota calya


Suspensi depan Toyota Calya menggunakan MacPherson, sementara suspensi belakangnya menggunakan Semi Independent Torsion Beam. Keduanya dipasang dengan per ulir yang menjadikan peredaman lebih nyaman serta lembut. Sementara untuk remnya, bagian depan telah digunakan rem ventilated disc dan belakang menggunakan drum. Velg yang dipakai ialah velg alloy ukuran 14 inchi. Selain dimensi serta suspensinya, mesin yang diusung Calya juga dijamin akan menghasilkan performa maksimal. Dapur pacu mobil ini telah dilengkapi mesin 3NR yang kapasitasnya mencapai 1197 cc serta empat silinder. Mesin ini juga mengusung teknologi Dual VVT-I yang bisa menghasilkan tenaga hingga 88 Ps tiap 6000 rpm dan torsi maksimal 11 kgm pada putaran 4200 rpm.

Dengan bodi yang cukup besar ini, Toyota Calya didukung pula oleh sistem transmisi manual lima percepatan serta otomatis empat percepatan. Konsumsi BBM mencapai 1:20 karena syarat agar dapat disebut sebagai mobil LCGC dan mendapat potongan pajak ialah konsumsi BBM yang perbandingannya 1:20. Ini berarti, satu liter BBM akan bisa digunakan untuk menempuh perjalanan sejauh 20 km. Jadi, dapat dikatakan bahwa Calya adalah mobil yang hemat seperti halnya Ayla, Agya, Karimun Wagon R, Datsun Go+, Brio Satya dan lain-lain. Sebagai mobil LCGC, tentunya spesifikasi yang diusung Calya ini adalah idaman para konsumen.

Toyota Calya tak sekedar mengusung konsep desain sederhana namun elegan serta dimensi bongsor dengan suspensi nyaman dan mesin mumpuni. Calya turut disokong fitur-fitur unggulan terkait kenyamanan dan keselamatan berkendara. Untuk kenyamanannya telah ditunjang Rear AC Circulator guna menjaga suhu dalam kabin. Sementara untuk fitur keselamatanna terdapat sistem pengereman yang cukup canggih. Untuk varian E telah dilengkapi rem cakram, sementara rem belakangnya mengandalkan rem tromol. Sementara varian G dilengkapi rem ABS. Keamanan makin ditunjang berkat fitur immobilizer serta remote alarm. Ragam fitur canggih ini membuat Calya makin menjamin keselamatan, keamanan serta kenyamanan dalam berkendara. Untuk harga dari mobil ini sendiri akan ditentukan berdasarkan variannya, di mana makin tinggi varian maka akan makin besar juga harga jualnya.

Monday, 14 May 2018

Mau Tahu Apa Itu Bitcoin Gold dan Bagaimana Cara Mendapatkannya? Simak Ulasan Berikut Ini

Pada 25 Oktober 2017 lalu, Bitcoin Core mengalami Hardfork kedua yang berujung pada penciptaan Altcoin (Alternative Coin) baru yakni Bitcoin Gold (BTG). Hadirnya Bitcoin Gold melengkapi jenis mata uang digital yang sebelumnya sudah dipertukarkan yakni Bitcoin Classic (BTC). Lalu, apa itu Bitcoin Gold?
Apa Itu Bitcoin Gold (BTG)?


Sulitnya penambang bitcoin baru berbudget rendah untuk mendapatkan Bitcoin Classic (BTC) turut mendorong terciptanya Bitcoin Gold. Perusahaan-perusahaan penambangan bitcoin yang menggunakan alat ASIC super canggih mendominasi hampir semua penambangan SHA 256. Hal ini membuat penambang pemula tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh Bitcoin Classic.
Akhirnya perusahaan penambangan bitcoin terbesar berbasis di Hongkong, Lightning ASIC, memecah Bitcoin Classic menjadi Bitcoin Gold (BTG) guna memberi kesempatan bagi penambang pemula untuk turut serta dalam penambangan bitcoin. Penambang baru berbudget rendah pun tak perlu membeli Mining Rig SHA 256 untuk menambang Bitcoin Gold.
Penambang baru berbudget rendah ini bisa menambang Bitcoin Gold dengan menciptakan blok memakai algoritma proof-of-work baru. Jadi, bisa dikatakan bahwa Bitcoin Gold merupakan pecahan dari Bitcoin Classic yang bisa ditambang menggunakan dana yang lebih terjangkau.
Apa Bedanya Bitcoin Gold dan Bitcoin Classic?
Setelah mengetahui apa itu Bitcoin Gold, pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah apa bedanya antara Bitcoin Gold dan Bitcoin Classic?
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya. Yang membedakan hanya pada algoritma PoW (Proof-of-Work) serta penentuan potensi kesulitan yang akan muncul saat penambangan.
Pada Bitcoin Gold, algoritma PoW yang semula menggunakan SHA 256 diubah menjadi Equishash. Algoritma ini memungkinkan penggunaan peralatan GPU untuk bisa bersaing dalam proses penambangan. Jadi, siapa saja berpeluang untuk menambang Bitcoin Gold walaupun hanya menggunakan Mining Rig berspesifikasi GPU dengan harga yang lebih murah.
Ketika menambang Bitcoin Classic (BTC), penentuan kesulitan bisa berubah setiap dua minggu sekali. Sedangkan pada penambangan BTG, penentuan kesulitan akan berubah apabila satu blok valid sudah ditemukan. Tentu saja proses ini akan memudahkan para penambangnya. Sedangkan untuk mempermudah para penambangnya, Bitcoin Gold menyediakan beberapa fitur seperti Unique Address Format, SegWit dan Replay Protection.
Cara Memperoleh Bitcoin Gold (BTG)
Untuk bisa memperoleh Bitcoin Gold, Anda hanya perlu memiliki nominal di wallet Bitcoin Classic pada saat Hardfork dilakukan hingga selesai diresmikan yakni mulai tanggal 25 Oktober 2017 hingga 1 November 2017.
Jadi, jika Anda memiliki 1 Bitcoin Classic (BTC) di wallet maka secara otomatis Anda akan memiliki 1 Bitcoin Gold (BTG) pada saat Hardfork terjadi. Setelah Hardfork selesai, sayangnya harga BTG/BTC hanya berkisar 0.02 BTC jauh lebih kecil daripada saat hardfork Bitcoin Cash dirilis yang mencapai 0.58 BTC.
Sebagai catatan, Bitcoin Gold yang Anda peroleh saat proses Hardfork terjadi bisa Anda gunakan untuk melakukan transaksi lainnya tanpa mengurangi saldo BTC yang Anda miliki.
Cara Jual Beli Bitcoin Gold
Mengetahui apa itu Bitcoin Gold saja belumlah cukup, Anda harus mengetahui cara jual beli Bticoin Gold demi memperoleh keuntungan optimal. Sebagai investasi cryptocurrency yang potensial di masa depan, saat ini suplai Bitcoin Gold mencapai 21 juta koin. Harga Bitcoin Gold pun melonjak tajam semenjak diluncurkan pertama kali.
Pada saat pertama kali dirilis, harga Bitcoin Gold sekitar Rp 2 jutaan. Hanya dalam  tempo beberapa bulan saja, harganya sudah mencapai Rp 5 jutaan. Jumlah peminatnya pun mengalami kenaikan sekitar 1000% dari tahun 2017 lalu.
Untuk bisa turut serta menambang Bitcoin Gold, Anda harus memiliki saldo/balance deposit bitcoin terlebih dahulu. Baru kemudian melakukan penjualan BTG dengan mengakses menu “Deposit Bitcoin” di marketplace Bitcoin yang Anda percayai seperti bitcoin.co.id misalnya.
Anda bisa menjual Bitcoin Gold lebih cepat apabila menjualnya sesuai dengan harga rate normal. Namun, jika menawarkan harga lebih tinggi, maka harus menunggu beberapa waktu untuk antri di market jual.

Setidaknya ada tiga syarat investasi Bitcoin Gold yakni uang investasi bukan berasal dari pinjaman bank maupun rentenir. Kedua, uang investasi bukan dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan ketiga, uang investasi sebaiknya merupakan uang yang sengaja disisihkan untuk investasi jangka panjang. Bagaimana tertarik ikut menambang Bitcoin Gold?